1.
Masa pada Abad
ke-15 M (Galileo)
Pada abad ke-15M dan 16M dikenal dengan Abad
atau Zaman Renaisans. Konflik antara agama dan sains telah dimulai sejak abad 15,
ketika Galileo menentang paham geosentris (bumi merupakan pusat
tata surya) yang dianut oleh gereja. Galileo dikenal sebagai seorang pendukung Heliosentris
yang dikemukakan oleh Aristarkhos (310 SM-230 SM) yang sebelumnya
didukung oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543) dan Johannes Kepler
(1571-1630).
Heliosentris adalah teori yang berpendapat bahwa Matahari
bersifat stasioner dan berada pada pusat alam semesta. Secara historis,
heliosentrisme bertentangan dengan geosentrisme oleh Aristoteles dan
Pteolemeus, yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta. Ketika abad ke-16
ditemukan suatu model matematis dapat meramalkan secara lengkap sistem
heliosentris, yaitu Nicolaus Copernicus, seorang ahli matematika dan astronom.
Pada abad berikutnya, model tersebut dijabarkan dan diperluas oleh Johannes
Kepler, dan selanjutnya pengamatan pendukung dengan menggunakan teleskop oleh
Galileo Galilei.
Pada tahun 1610 saat Galileo menerbitkan
karyanya Sidereus Nuncius (Pembawa Pesan Berbintang), menjelaskan
pengamatan-pengamatan yang mengherankan yang ia alami dengan teleskop barunya.
Hal-hal ini dan penemuan-penemuan lainnya melahirkan kesulitan-kesulitan besar
pada pengertian akan surga yang telah dipegang teguh sejak lama, dan melahirkan
minat yang baru di dalam ajaran-ajaran radikal seperti teori heliosentrisme
Copernicus.
Sebagai reaksinya, banyak cendekiawan menyerang
teori tersebut sebab teori ini terlihat bertentangan dengan beberapa kutipan
dari Kitab Suci. Galileo hanya bermaksud mentransfoermasikan sains agar lebih
bermanfaat bagi kehidupan. Galileo di dalam kontroversi atas teologi, astronomi
dan filosofi ini berpuncak pada pengadilan dan penjatuhan hukumannya pada tahun
1633 atas dasar kecurigaan yang mendalam akan paham yang melawan ajaran Gereja.
Ketaksesuaian
agama dan sains berlanjut hingga masa sesudahnya (masa Newton / masa sains modern).
2.
Masa pada Abad
ke-17 M (Newton)
sejarah perkembangan sains modern
beserta aplikasi teknologi yang ada sekarang diawali oleh Newton (mekanika klasik).
Mekanika klasik Newton berdampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan saat itu.
Konsep mekanika klasik Newton bersifat mekanistik
deterministik (apabila kondisi awal
dari sesuatu dapat ditentukan, maka kondisi berikutnya dapat diprediksi secara
tepat). Mekanika
Klasik Newton berdampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan saat itu.
Newton
menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan
sains tentang alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa
gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan
hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi
antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini
akhirnya membuat keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan
revolusi ilmiah.
·
Dampak Positif Paradigma Newton
1. Paradigma Newton
Revolusi Industri (Inggris, abad ke-17) dengan
penemuan mesin tenun dan mesin cetak
2.
Tahapan
Industri
Mekanisasi
(abad ke-17) , Energisasi (abad ke-18) , Optimalisasi
(abad ke-18 s.d. ke-19) , Otomatisasi (abad ke-19 s.d. Ke-20)
3. Penciptaan Alam Semesta
Bahwa alam semesta
tidak ada dengan sendirinya , sesuai dengan agama (alam semesta ada yang
menciptakan )
4. Kehancuran Alam Semesta
Beberapa milyard tahun
yang akan datang sesuai perhitungan waktu peluruhan neutron (inti atom) , Sesuai dengan agama (alam semesta tidak
kekal)
·
Dampak Negatif Paradigma Newton
1.
Membentuk masyarakat yang sekularistik
2.
Mengabaikan nilai-nilai religiusitas (mengabaikan unsur Tuhan karena
merasa dapat memprediksi apa yang akan terjadi