Faktor-faktor
penyebab kematian sains di dunia Islam dapat dikelompokkan menjadi dua,
internal dan eksternal.
Menurut Profesor
Sabra (Harvard) dan David King (Frankfurt), kemunduran itu dikarenakan pada
masa terkemudian kegiatan saintifik lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan
praktis agama. Arithmetika dipelajari karena penting untuk menghitung pembagian
harta warisan. Astronomi dan geometri (atau lebih tepatnya trigonometri)
diajarkan terutama untuk membantu para muwaqqit menentukan arah kiblat dan
menetapkan jadwal shalat. Penjelasan semacam ini tidak terlalu tepat, sebab
asas manfaat ini acapkali justru berperan sebaliknya, menjadi faktor pemicu
perkembangan dan kemajuan sains.